aku yang sebatang kara
tak dapat lagi aku rasakan indahnya
cinta yang sebenarnya
dawai rindu yang menggema
semua tak berasa
dalam ruang hampa aku bekap luka
segala rasa yang tertinggal
kau yang t'lah mengisi ruang kosong jiwa
terpatri dalam hati abadi
aku membisu dengan seribu bayang dirimu
ku tatap dan ku tertunduk
mata berkaca
melahirkan butiran muntiara
menetes basahi pipi kusapu berlahan
ada rasa sakit yang menyayat hati
terasa perih menusuk jantungku
luka yang begitu dalam
sedalam cinta yang aku rasakan terhadapmu
sampai kapan harus kubawa rasa perih ini?
sampai kapan harus ku bekap cinta ini?
tiada yang mampu mengobati
mungkinkah ini cinta sejati
yang tak'kan pernah mati
meskipun tak'kan pernah kau kumiliki
Tidak ada komentar:
Posting Komentar